gototopgototop

Jatim Adakan Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) Tahun 2010

PDFCetakSurel

handSebagaimana selalu dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir, pada tahun 2010 ini Jawa Timur kembali mendapat kepercayaan Kemenakertrans RI untuk mengadakan kegiatan Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP). GPP merupakan gerakan sosial (social movement) dalam menangani masalah pengangguran. Kegiatan GPP tahun ini momennya bertepatan dengan Hari Jadi Pemprov. Jawa Timur ke-65 sehingga kemudian Kemenakertrans RI bersama Disnakertransduk Prov.

Jatim yang merupakan representasi Pemprov. Jawa Timur menggelar kegiatan GPP ini sebagai rangkaian Peringatan Hari Jadi Pemprov. Jawa Timur ke-65. Dalam kegiatan GPP tahun 2010 yang dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2010 di Jatim Expo Jl. Jend. A. Yani Surabaya, dihadiri langsung oleh Menakertrans RI serta Gubernur Jatim.

 

Hari Jadi Pemprov. Jawa Timur kali ini mengangkat tema ”Ayo kurangi kemiskinan, pengangguran dan beri kemudahan investasi menuju Jawa Timur makmur”. Tujuan kegiatan GPP adalah mendorong seluruh stakeholder (Pemerintah Pusat/Daerah, swasta serta masyarakat) untuk peduli dan melakukan aksi nyata dalam rangka mengurangi pengangguran.

Dasar Pemikiran
Salah satu pertimbangan dilaksanakannya GPP di provinsi ini adalah mengingat Jatim merupakan provinsi dengan jumlah penduduk tertinggi kedua di Indonesia dan memiliki Kab./Kota terbanyak. Potensi yang ada itu tentunya akan mempengaruhi kompleksitas masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Dari jumlah penduduk Jawa Timur berdasar sensus penduduk tahun 2010 yang mencapai 37.476.011 jiwa, per pebruari 2010 terdapat 20.623.490 orang angkatan kerja. Sedangkan dari angkatan kerja yang ada, jumlah kesempatan kerja yang tersedia sebanyak 19.611.540 orang (sekitar 95,09%), sementara pencari kerja yang tidak/belum terserap di pasar kerja sebesar 1.011.950 orang (4,91%). Angka ini pada 2 (dua) tahun terakhir (tahun 2009 – 2010) sebetulnya menunjukkan trend positif dimana jumlah kesempatan kerja mengalami kenaikan dari sebelumnya 94,12% per Pebruari 2009 menjadi 95,09% per Pebruari 2010 dan jumlah pencari kerja/penganggur mengalami penurunan dari sebelumnya 5,87% per Pebruari 2009 menjadi 4,91% per Pebruari 2010. Meski tampak trend positif terkait perkembangan kesempatan kerja maupun angka pencari kerja/penganggur, beberapa hal dan kondisi masih perlu tetap diwaspadai. Masalah pertambahan angkatan kerja baru sebagai dampak dari struktur penduduk usia muda yang cukup besar berkontribusi menambah jumlah pencari kerja dari tahun ke tahun dan kualifikasi keterampilan pencari kerja serta sumbangan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.Isu-isu utama di bidang ketenagakerjaan di Jawa Timur secara umum menyangkut masalah :

  1. Pengangguran;
  2. Kualitas SDM yang rendah;
  3. Kesempatan kerja terbatas;
  4. Perlindungan-kesejahteraan pekerja belum memadai dan Hub. Industrial belum sepenuhnya kondusif.

Dilihat dari arah kebijakan pembangunan Pemprov. Jawa Timur, secara umum terdapat 5 (lima) indikator capaian kinerja pembangunan dari Pemprov. Jawa Timur di dalam RPJMD Jawa Timur Tahun 2009 - 2014, yaitu penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), penurunan jumlah penduduk miskin, pertumbuhan ekonomi, disparitas wilayah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Khusus di bidang ketenagakerjaan, target capaian kinerja bidang dalam program prioritas perluasan lapangan kerja adalah penurunan TPT (Tingkat Penganggur Terbuka). Beberapa sebab terjadinya pengangguran menurut sumber dari Depnakertrans RI antara lain disumbang dari  informasi pasar kerja yang kurang sempurna dan biaya untuk memperoleh informasi yang mahal sehingga timbul yang disebut dengan pengangguran friksional.  Selain itu, terjadinya pengangguran disumbang oleh ketidakcocokan antara kualifikasi pencari kerja dengan kebutuhan di dunia kerja atau yang disebut dengan pengangguran struktural.

Terkait kondisi dan isu-isu ketenagakerjaan di Jawa Timur itulah maka dalam rangka Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-65 pada bulan Oktober 2010 Disnakertransduk Prov. Jawa Timur bersama-sama Kemenakertrans RI kemudian mengadakan kegiatan Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) di Jawa Timur tahun 2010 dengan tema ”Kita sukseskan Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) untuk mengurangi jumlah penganggur  di Jawa Timur”.

Rangkaian Kegiatan GPP
Acara GPP tahun 2010 memiliki beberapa rangkaian kegiatan yang terkait dengan upaya Pemprov. Jawa Timur beserta mitra kerjanya untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Salah satu rangkaian kegiatan dalam GPP tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatanganan kesepakatan bersama, khususnya kesepakatan bersama terkait pengembangan jejaring informasi Bursa Kerja On Line. Pihak-pihak yang menandatangani kesepakatan bersama dengan Disnakertransduk Prov. Jatim adalah kalangan satuan pendidikan tinggi di Jatim, yaitu Unair, Ubaya, Unesa, Stikom Surabaya, Untag Surabaya, Unmer Malang, Unej dan UK Petra Surabaya.

Juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan  jejaring informasi bursa kerja dengan Akademi Teknis Keselamatan Penerbangan Surabaya, Asosiasi Bursa Kerja Khusus SMK Negeri 6 Surabaya, APJATI  (Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja  Indonesia), ASTTI (Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia) dan Kelompok Belajar (KEJAR) Paket C Mulya Abadi - Gresik. Sedangkan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengurangan pengangguran (TELKOM Peduli Pengangguran), secara khusus PT. Telkom Uner 5 Jawa Timur menyerahkan sarana bantuan operasional bursa kerja kepada masing-masing UPT Pelatihan Kerja @ 2 unit komputer lengkap dengan jaringan koneksinya untuk pengembangan Bursa Kerja On Line yang induknya berada di Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransduk Prov. Jatim.

Yang tak kalah penting, pada event GPP kali ini juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak terkait yang nyata-nyata memiliki komitmen tinggi dalam upaya pengurangan pengangguran di Jawa Timur, yakni :

  1. Pemberian penghargaan kepada 6 Bupati/Walikota yang peduli dan mendorong program penempatan tenaga kerja, yaitu Walikota Probolinggo, Walikota Surabaya, Bupati Sidoarjo, Bupati Bojonegoro, Bupati Malang, dan Bupati Pasuruan.
  2. Pemberian penghargaan kepada 16 Perusahaan yang membantu penempatan tenaga kerja, menggunakan fasilitas Bursa Kerja di Dinas yang membidangi ketenaga kerjaan  Kab./Kota/Provinsi (Placement Awareness).
  3. Pemberian penghargaan kepada 6 PPTKIS (Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia swasta) yang produktif mengirimkan TKI ke luar negeri.
  4. Pemberian penghargaan kepada 3 perusahaan atas kepeduliannya menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsibility) dalam kegiatan pelatihan, penempatan dan pengurangan pengangguran.

Di sisi lain, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kaum pekerja/buruh di Jawa Timur dengan menyerahkan bantuan modal koperasi pekerja/buruh untuk 10 koperasi di perusahaan sebesar @ Rp. 20 juta, yang diterima secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur. Pada event ini juga diserahkan bantuan santunan kerja dan usaha dari PT. Jamsostek (Persero), dan dilaksanakan pelepasan terhadap 50 orang lulusan program D-3 Teknik Elektro Industri, Teknik Mesin Produksi yang merupakan program kerjasama yang dirintis oleh Disnakertransduk Prov. Jatim dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Salah satu bentuk kegiatan dalam GPP yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat pencari kerja adalah bursa kerja terbuka (Job Market Fair), dengan jumlah lowongan kerja mencapai 2.106 lowongan yang disediakan oleh 30 perusahan di Surabaya dan sekitarnya, baik perusahaan yang telah biasa mengikuti event-event Job Market Fair maupun perusahaan-perusahaan lainnya yang baru bergabung. Berdasarkan data yang masuk, jumlah pencari kerja yang terdaftar di Job Market Fair yang hanya diselenggarakan dalam waktu sehari ini mencapai 4.153 orang.

Guna memfasilitasi produk-produk binaan usaha mandiri Disnakertransduk Prov. Jatim, pada GPP ini juga ditampilkan beberapa produk WUB (Wira Usaha Baru) binaan yang berasal dari Kabupaten Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Madiun, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik dengan berbagai jenis usahanya. Tidak ketinggalan juga UMSI (Usaha Mandiri Sektor Informal) PENYANDANG CACAT  dari Sumber Rejeki dengan jenis usaha produksi topi, syal dan sarung tangan dari Kabupaten Mojokerto, usaha kue dari Kota Surabaya, dan Usaha Kue dari Kabupaten Sidoarjo. Kesemuanya itu, baik WUB maupun UMSI Penyandang Cacat, merupakan hasil binaan dari Disnakertransduk Prov. Jawa Timur dengan Dinas yang membidangi ketenagakerjaan Kab./Kota se-Jawa Timur.

Selain berbagai macam kegiatan yang ditampilkan pada saat pelaksanaan GPP yang dirangkai dengan kegiatan Job Market Fair, terdapat beberapa program yang terkait dan mendukung program Gerakan Penanggulangan Pengangguran di Jawa Timur.  Program-program tersebut antara lain Program Three in One System Plus (Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan, plus Pemagangan) serta Jejaring Bursa Kerja On Line oleh Pusat Layanan Karir Terpadu (PLKT) Disnakertransduk Prov. Jawa Timur.

Dari momentum GPP ini terkandung harapan terwujud upaya-upaya dan sinergitas program antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab./Kota di Jawa Timur beserta  mitra kerjanya dalam menurunkan angka penganggur maupun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur.

Peserta penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan jejaring informasi bursa kerja :

  1. UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)
  2. UNIVERSITAS SURABAYA (UBAYA)
  3. UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (UNESA)
  4. SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER (STIKOM) SURABAYA
  5. UNIVERSITAS TUJUH BELAS AGUSTUS (UNTAG) SURABAYA
  6. UNIVERSITAS MERDEKA (UNMER) MALANG
  7. UNIVERSITAS JEMBER (UNEJ)
  8. UNIVERSITAS KRISTEN PETRA SURABAYA
  9. AKADEMI TEKNIS KESELAMATAN PENERBANGAN (ATKP) SURABAYA
  10. ASOSIASI BURSA KERJA KHUSUS SMK NEGERI 6 SURABAYA
  11. APJATI  (ASOSIASI PENGUSAHA JASA TENAGA KERJA  INDONESIA)
  12. ASTTI (ASOSIASI TENAGA TEKNIK INDONESIA)
  13. KELOMPOK BELAJAR (KEJAR) PAKET C MULYA ABADI – GRESIK

6 Bupati/Walikota penerima penghargaan yang peduli dan mendorong program penempatan tenaga kerja :

  1. WALIKOTA PROBOLINGGO (berprestasi dalam mendorong program layanan bursa kerja, CSR perusahaan untuk penempatan kerja)
  2. WALIKOTA SURABAYA (berprestasi dalam mendorong program layanan bursa kerja, penempatan tenaga kerja dan pendampingan masyarakat)
  3. BUPATI SIDOARJO (berprestasi dalam mendorong program layanan bursa kerja dan pengembangan desa produktif untuk perluasan lapangan kerja)
  4. BUPATI BOJONEGORO (berprestasi dalam mendorong program perluasan lapangan kerja melalui lembaga masyarakat daerah sekitar hutan)
  5. BUPATI MALANG (berprestasi dalam mendorong program penempatan dan perlindungan TKI)
  6. BUPATI PASURUAN (berprestasi dalam mendorong program layanan bursa kerja on line dan penempatan tenaga kerja)

16 perusahaan penerima penghargaan yang membantu penempatan tenaga kerja, menggunakan fasilitas Bursa Kerja di dinas yang membidangi ketenagakerjaan  Kab./Kota/Provinsi (Placement Awareness) :

  1. PT. INDOMARCO PRISMATAMA, Malang
  2. PT. INDOMARCO PRISMATAMA, Jember
  3. PT. INDOMARCO PRISMATAMA, Sidoarjo
  4. PT. KUTAI TIMBER INDONESIA, Kota Probolinggo
  5. PT. RIMBA SEMPANA INDONESIA, Kota Probolinggo
  6. PT. SURABAYA AUTOCOMP INDONESIA, Kab. Mojokerto
  7. PT. DIGJAYA MULIA ABADI, Kab. Madiun
  8. PT. HESS (INDONESIA-PANGKAH) Ltd., Kab. Gresik
  9. PT. ULTRA PRIMA ABADI, Surabaya
  10. PT. SELARAS MITRA USAHA, Surabaya
  11. PT. INSERA SENA, Sidoarjo
  12. PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA, Sidoarjo
  13. PT. MATAHARI DEPT. STORE, Tbk., Surabaya
  14. PT. MIDI UTAMA INDONESIA, Surabaya
  15. PT. SINAR SOSRO KPW JATIM, Sidoarjo
  16. PT. OMEGA PLASTIK, Sidoarjo (khusus tenaga kerja penyandang cacat)

6 PPTKIS (Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta) penerima penghargaan yang produktif mengirimkan TKI ke luar negeri :

  1. PT. ASA JAYA, Kab. Blitar
  2. PT. IIN ERA SEJAHTERA, Kab. Malang
  3. PT. PRIMA DUTA SEJATI, Kab. Pasuruan
  4. PT. BERKAT SUKSES MAKMUR SEJAHTERA, Kota Malang
  5. PT. SURYA PACIFIC JAYA, Kab. Sidoarjo
  6. PT. GUNAWAN SUKSES ABADI, Kota Surabaya

3 perusahaan penerima penghargaan yang peduli melaksanakan CSR (Corporate Social Responsibility) dalam kegiatan pelatihan, penempatan dan pengurangan pengangguran :

  1. RSU AMINAH, Kota Blitar
  2. PT. ERATEX DJAJA, Tbk., Kota Probolinggo
  3. KODECO ENERGI, Co., Ltd., Kab. Gresik

TDC Menu